Kebutuhan Tenaga Kesehatan Cukup Tinggi, Pemprov Papua Selatan Genjot Layanan Kesehatan di Pelosok Lewat Program “Ha Anim Sehat”
BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Di tengah tantangan geografis yang membentang dari rawa-rawa Asmat hingga hutan belantara Boven Digoel, Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus berupaya menjawab jeritan pelayanan kesehatan yang merata. Tahun ini, langkah besar kembali diambil melalui program unggulan “Ha Anim Sehat”, sebuah inisiatif penugasan khusus untuk tenaga kesehatan yang siap ditempatkan di garis terluar wilayah Papua Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta Herlina Rahanggiar, menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah ini masih sangat tinggi, terlebih dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau dan luasnya cakupan wilayah.
“Program Ha Anim Sehat ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kita ingin memastikan bahwa masyarakat di pelosok, daerah perbatasan, dan wilayah kepulauan juga mendapatkan hak yang sama atas pelayanan kesehatan dasar,” ujar dr. Benedicta, Sabtu (12/4/2025), usai menutup kegiatan pembekalan tenaga kesehatan di Hotel Halogen, Merauke.
Sejak Januari hingga April 2025, proses rekrutmen dilakukan untuk menjaring tenaga-tenaga kesehatan baru sekaligus memperpanjang penugasan tenaga yang telah aktif sejak 2023 dan 2024. Hasilnya, sebanyak 17 orang tenaga kesehatan terpilih yang terdiri dari satu dokter gigi, dua perawat, enam bidan, empat tenaga kesehatan masyarakat, satu tenaga sanitarian, dan tiga tenaga farmasi siap diberangkatkan ke empat kabupaten di Papua Selatan.
“Rekrutmen ini dilakukan dengan seleksi ketat, termasuk melalui penilaian langsung dari puskesmas yang akan menjadi tempat mereka bertugas,” tambahnya.
Pembekalan selama tiga hari yang digelar 10–12 April 2025 itu diikuti oleh 17 peserta, 16 di antaranya hadir secara langsung dan satu mengikuti secara daring. Materi yang diberikan mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam pelayanan kesehatan dasar di puskesmas.
Adapun distribusi tenaga kesehatan kali ini akan ditempatkan sebagai berikut: enam orang di Kabupaten Asmat, empat orang di Boven Digoel, lima orang di Kabupaten Mappi, dan dua orang di Merauke. Penugasan ini merupakan bagian dari total 74 tenaga kesehatan yang terlibat dalam program “Ha Anim Sehat” tahun 2025, termasuk tenaga yang diperpanjang masa tugasnya dari dua tahun sebelumnya.
“Ini bukan sekadar pengiriman tenaga kerja. Ini adalah bagian dari perjuangan kemanusiaan. Kami ingin memastikan setiap anak, setiap ibu hamil, dan setiap lansia di pelosok Papua Selatan memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak,” tegas dr. Benedicta.
Dengan langkah ini, Papua Selatan tidak hanya mengirim tenaga, tetapi juga harapan. Sebuah ikhtiar bersama agar tak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam pelayanan kesehatan. (*)










Tinggalkan Balasan