Sosok Pemuda Inspiratif Bangun Usaha Produksi Batu Bata dan Buka Lapangan Pekerjaan di Pegubin

YouTube player

 

BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Seorang pemuda inspiratif lulusan sarjana Teknik Pertambangan Universitas Cenderawasih berhasil membangun usaha produksi batu bata di Distrik Kalomdol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.

Pemuda asal Kampung Bapenka, Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang ini bernama Sartiel Uropmabin.

Saat ditemui wartawan Bataspapua.com di tempat produksinya, Sartiel mengatakan usaha ini telah dirintis sejak bulan Februari tahun 2023.

Sartiel mengaku dalam satu tahun berjalan, usaha batu bata ini telah berhasil diproduksi sebanyak lebih dari 90 ribu batu dan sekitar 60 ribu sudah berhasil dijual.

Selain itu, menurutnya sebanyak 16 ribu batu bata telah dipesan oleh pelanggan dan saat ini tengah dalam produksi.

“13 ribu yang pertama kami produksi sudah terjual. Menurut tukang kualitasnya sudah bagus jadi kedepan kami siap produksi banyak sesuai dengan kemampuan kami, jadi siapa saja mau beli atau pesan kami siap layani kapan saja,” ungkapnya.

Sartiel mengatakan, terdapat 16 orang karyawan termasuk pengawas yang saat ini telah bekerja di usaha produksinya yang berlokasi di mimalkatop, tepat belakang pasar Sentral Oksibil.

“Awalnya saya berpikir, Kalau kita tidak siapkan lapangan pekerjaan seperti ini adik-adik kita cari makan di jalan-jalan maka, saya siapkan tempat ini supaya mereka bisa bekerja disini dan hidup dari sini dan juga membantu meringankan kebutuhan mereka karena adik-adik yang kerja ini kebanyakan anak-anak sekolah jadi bisa memenuhi kebutuhan sekolah,” jelasnya.

“Saat ini ada 16 orang karyawan, berasal dari sejumlah distrik di Pegunungan Bintang, dan juga 8 orang karyawan dari luar Pegubin yaitu Yahukimo dan Wamena. Awalnya saya dan teman-teman melakukan pengujian produksi di belakang kantor KPU, Mabilabol, Oksibil. Namun kemudian lokasi yang menjadi tempat produksi batu bata terletak di mimalkatop, belakang pasar Sentral Oksibil,” tambahnya.

Sementara itu untuk proses dalam produksi batu bata ini, Sartiel menjelaskan bahan-bahan yang digunakan yakni tanah liat, air dan abu. Kemudian tahapan produksi untuk menjadi batu bata tersebut dimulai dari pengambilan tanah liat, dicampur dan diaduk dengan air. Selanjutnya olahan yang telah tercampur rata langsung dicetak dalam cetakan yang telah dialas dengan abu.

Batu bata yang telah dicetak akan dikeringkan dibawah terik matahari selama lebih dari dua 15 hari. Setelah dikeringkan, batu bata mentah kemudian dibakar sekitar tiga hari bakar sampai benar-benar kokoh dan siap untuk dijual.

Sartiel berharap, dalam pengembangan usaha produksi batu bata ini bisa mendapat perhatian khusus oleh pemerintah daerah guna terbukannya lapangan pekerjaan yang semakin luas untuk pemuda-pemudi Pegunungan Bintang.

“Jadi, usaha batu bata yang kami kerja selama ini menggunakan bahan lokal dan diproduksi secara manual, tapi kami tetap berusaha semampu kami dalam memproduksi batu bata ini. Kalau kedepan ada bantuan dari pemerintah kami akan bangun berskala besar sekaligus beli mesin produksi batu bata,” jelasnya.

Pengawas produksi, Yulianus Uropmabin mangaku sangat mengapresisi dan bangga terhadap karya yang telah dilakukan Sartiel.

“Saya dipercayakan untuk mengawas adik-adik di tempat ini. Kami dua ini pencaker jadi saya bangga dengan kaka karena telah ambil tempat untuk kami dua berusaha di tempat ini,” ungkapnya.

Yulianus berharap, usaha produksi seperti yang dibuat oleh Sartiel dapat disiapkan dan difasilitasi lagi oleh pemerintah agar terbukanya lapangan kerja di Pegunungan Bintang.

“Kalau lapangan pekerjaan seperti ini tidak disiapkan maka generasi Pegunungan Bintang bisa mengarah ke jalan yang tidak benar sehingga kami harap supaya pemerintah dalam hal ini bapak Bupati maupun jajarannya bisa lihat kami di tempat ini,” pungkasnya.

 

(redaksi/BP-Demi Kalakmabin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!