Jubir KNPB Victor Yeimo Berorasi di Hari Buruh, Sebut Papua Minta Merdeka

YouTube player

 

BATASPAPUA.COM, JAKARTA – Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo turut berorasi dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Patung Kuda, Jakarta, Rabu (1/5/2024).

Victor Yeimo berorasi di saat-saat akhir massa demonstrasi akan bubar.

Victor mengatakan, dirinya dan rakyat Papua di-capkan dengan stigma sebagai KKB, separatis, pengacau, iya itulah saya! karena sejak 01 mei 1963 aneksasi Papua dalam wilayah NKRI, merupakan aneksasi bukan integrasi demi kepentingan Imperialis dan kapitalisme.

Dalam orasinya, Victor mengaku sebagai pemimpin Gerakan Penuntasan di Tanah Papua.

“Hari ini rakyat Papua bersama-sama dengan buruh rakyat Indonesia memperingati Hari Buruh Internasional. Saya Victor Yeimo pemimpin Gerakan Penuntasan di Papua menyampaikan solidaritas yang sebesar-besarnya, kepada rakyat miskin kota, kepada petani, kepada mahasiswa, kepada buruh yang terus menyolidkan barisan yang terus melawan oligarki kekuasaan Jokowi,” kata Victor di atas mobil komando.

Victor menyebut rakyat Papua bangga bisa hidup bersama rakyat Indonesia. Namun, bangsa Papua lebih memilih keluar dari Indonesia atau merdeka.

“Hari ini kami rakyat Papua katakan, kami rakyat Papua ini berbangga hidup bersama-sama dengan anda rakyat Indonesia, tapi hari ini kami menyatakan kami lebih memilih keluar, merdeka sebagai sebuah bangsa,” ucapnya berorasi.

Salah satu alasan yang disinggung ialah mengenai kedaulatan ekonomi yang tidak didapatkan rakyat Papua sejak era Presiden pertama hingga saat ini.

“Jokowi menaikan telah menaikan investasi Freeport 61 persen di Papua, tetapi apa yang terjadi pekerjaan buruh PT. Freeport Indonesia kacau balau nasibnya, dan akibat PHK PT Freeport Indonesia 200 lebih jiwa korban meninggal dunia, hal ini jelas penindasan rakyat buru,” jelasnya.

Dia juga menyinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden yang anti demokrasi.

“Karena presiden anda adalah presiden yang anti-demokratik, karena presiden anda lah yang telah merusak 790 hutan di Papua, telah merusak 8.300 buruh yang hari ini telah di-PHK,” katanya.

Victor juga mengajak membangun solidaritas rakyat buruh, solidaritas Palestina, membangun politik, untuk menggulingkan kekuasaan oligarki penguasa, untuk menentukan penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua.

“Rakyat Papua bersama-sama dengan anda untuk membangun nasib yang hancur serta menggulingkan kekuasaan penguasa yang merajalela di Papua Barat,” pungkasnya.

(redaksi/BP)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!