Kepala Distrik Iwur Apresiasi Penyaluran Beras Pangan, Dorong Warga Tak Bergantung Bantuan Pemerintah
BATASPAPUA.COM, PEGUNUNGAN BINTANG – Kepala Distrik Iwur, Timotius Awum, mewakili masyarakat Distrik Iwur dan Distrik Tarup, Kabupaten Pegunungan Bintang, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian beserta seluruh jajarannya yang telah berupaya menyalurkan bantuan beras pangan hingga ke wilayah distrik.
Timotius mengatakan, proses penyaluran beras pangan, khususnya pada tahap kedua di zona I, dapat berjalan aman dan lancar hingga menjangkau masyarakat di dua distrik tersebut, meskipun masih terdapat sejumlah kendala akses dan kondisi jalan yang kurang baik.
“Atas nama masyarakat Distrik Iwur dan Distrik Tarup, saya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pertanian dan seluruh staf yang selalu berpartisipasi mengantar beras pangan sampai ke distrik. Mereka tidak melihat rintangan dan halangan, meskipun sebagian jalan masih kurang baik,” ujar Timotius, kemarin.
Menurutnya, keberhasilan penyaluran tersebut tidak terlepas dari semangat kerja sama antara Dinas Pertanian dan pemerintah distrik, sehingga bantuan dapat diterima masyarakat dengan aman hingga seluruh rangkaian penyaluran tahap kedua berakhir di dua distrik tersebut.
Di sisi lain, Timotius mengingatkan masyarakat di 17 kampung yang berada di Distrik Iwur dan Distrik Tarup agar tidak menjadikan bantuan pemerintah sebagai satu-satunya sumber pemenuhan kebutuhan pangan.
Ia mendorong masyarakat tetap mengembangkan aktivitas berkebun dan mengelola potensi pertanian yang tersedia di wilayah masing-masing.
“Kami berharap masyarakat di 17 kampung di dua distrik tetap berkebun dan tidak mengharapkan bantuan pemerintah, karena bantuan pemerintah itu terbatas. Apalagi sekarang ada efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Kondisi ini menuntut kita semua untuk kembali berkebun,” katanya.
Timotius menilai berbagai program bantuan pemerintah memiliki manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam membantu daerah yang masih menghadapi persoalan keterisolasian dan keterbatasan akses.
Namun, menurutnya, program bantuan juga perlu diimbangi dengan perubahan pola pikir masyarakat agar tidak menimbulkan ketergantungan.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki wilayah Iwur dan Tarup dengan mengembangkan sektor pertanian secara mandiri.
“Pemerintah memberikan program seperti ini sangat membantu kami dalam mengejar ketertinggalan dan keterisolasian, termasuk dalam mengelola sumber daya alam yang kami miliki,” ujarnya.
Timotius mengakui bahwa bantuan pangan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak membuat masyarakat meninggalkan aktivitas berkebun dan hanya menunggu bantuan berikutnya.
“Di satu sisi, program strategis pemerintah seperti bantuan beras pangan sangat membantu. Tetapi jangan sampai membuat masyarakat malas bekerja dan hanya menunggu bantuan. Setelah menerima bantuan, kemudian menunggu lagi program selanjutnya,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan dan memperluas pola pikir dengan melihat potensi sumber daya alam yang tersedia di wilayah mereka.
Menurut Timotius, masyarakat di Iwur dan Tarup memiliki potensi alam yang besar untuk dikembangkan, tetapi masih membutuhkan dukungan dan pendampingan dari pemerintah, khususnya organisasi perangkat daerah teknis.
“Kami memiliki kekayaan alam yang sangat besar, tetapi keterbatasan kemampuan dalam mengelolanya membuat kami membutuhkan perhatian khusus dari dinas teknis untuk mengembangkan potensi yang ada,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat memberikan pendampingan, pembinaan, serta dukungan teknis agar masyarakat mampu mengembangkan potensi pertanian dan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dengan demikian, masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada program bantuan pemerintah, melainkan mampu memenuhi kebutuhan pangan melalui hasil usaha dan kebun sendiri.
“Program seperti ini memang membantu, tetapi jangan sampai memberikan kenyamanan yang membuat kita malas berkebun. Kita harus mengubah pola pikir dan mulai mengembangkan potensi yang kita miliki agar tidak selalu mengharapkan program atau bantuan pemerintah,” pungkas Timotius Awum.
Penulis: Demi
Editor: Jam’s
- 17 kampung
- bantuan pangan pemerintah
- beras pangan
- berkebun
- Dinas Pertanian Pegunungan Bintang
- Distrik Iwur
- Distrik Tarup
- Fokus Pegunungan Bintang
- Kemandirian Pangan
- ketahanan pangan Papua
- masyarakat Iwur
- masyarakat Tarup
- Papua Pegunungan
- Pegunungan Bintang
- pembangunan distrik
- penyaluran beras pangan
- Pertanian Pegunungan Bintang
- Timotius Awum










Tinggalkan Balasan