KKB Papua Tembaki Konvoi Kendaraan PT Freeport di Mile Point 60, Tiga Mobil Dihujani Peluru

BATASPAPUA.COM, MIMIKA – Aksi penembakan kembali terjadi di kawasan pertambangan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Tiga kendaraan dalam rombongan konvoi PT Freeport Indonesia ditembaki saat melintas di Jalan Tambang Mile Point 60, Rabu (2/9/2026) pagi.

Penembakan terjadi sekitar pukul 08.25 WIT ketika rombongan kendaraan bergerak dari kawasan Mile Point 68 menuju Kota Timika. Rombongan tersebut terdiri atas 15 kendaraan, yakni 13 bus, satu towing truck, dan satu mobil box.

Saat melintas di Mile Point 60, tiga kendaraan menjadi sasaran tembakan. Ketiganya adalah Bus nomor lambung 140591, Bus nomor lambung 140575, dan Towing Truck nomor lambung 021074.

Bus 140591 yang berada di urutan keempat konvoi menjadi kendaraan dengan kerusakan paling banyak. Kendaraan tersebut terkena sedikitnya lima tembakan, terdiri atas tiga tembakan dari arah depan dan dua tembakan dari sisi kiri.

Bekas tembakan ditemukan pada kaca depan, kaca dan pintu sebelah kiri. Petugas juga menemukan serpihan logam pada dashboard, pelindung kaca depan, hingga bagian atap kendaraan.

Tidak berhenti di sana, Bus 140575 yang berada di urutan keenam juga terkena tembakan. Satu lubang bekas peluru ditemukan pada bagian atas kabin dan menembus hingga ke bagian dalam kendaraan.

Sementara Towing Truck 021074 yang berada di urutan ketujuh terkena tiga kali tembakan dari arah kiri. Bekas tembakan ditemukan pada bagian pintu dan kaca spion kendaraan.

Meski dihujani tembakan, seluruh kendaraan berhasil melanjutkan perjalanan dan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., membenarkan adanya penembakan terhadap tiga kendaraan tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat tiga kendaraan yang terkena tembakan, yaitu dua unit bus dan satu unit towing truck. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut,” ujar Yusuf, Kamis (3/9/2026).

Kesaksian para pengemudi memperkuat adanya serangan bersenjata tersebut. Pengemudi Bus 140591 mengaku mendengar beberapa kali suara letusan ketika melintas di Mile Point 60 dan baru mengetahui kendaraannya terkena tembakan setelah dilakukan pemeriksaan.

Pengemudi Bus 140575 juga mendengar suara letusan di kawasan yang sama. Sementara pengemudi Towing Truck 021074 menerangkan dirinya mendengar tiga kali suara tembakan dari arah kiri jalan ketika rombongan bergerak dari Pos RPU 47 menuju Pos RPU 46.

Aparat temukan selongsong 5,56 mm

Personel gabungan langsung melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan serta olah tempat kejadian perkara. Polisi mengamankan serpihan kaca dan enam serpihan logam yang diduga berkaitan dengan penembakan.

Tak hanya itu, tiga selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter juga ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Temuan tersebut kini diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan guna mengungkap dari mana tembakan dilepaskan dan siapa pihak yang bertanggung jawab.

Meski aksi penembakan di kawasan Tembagapura kerap dikaitkan dengan aktivitas kelompok kriminal bersenjata (KKB), aparat belum menetapkan kelompok tertentu sebagai pelaku dalam kejadian kali ini.

Kasatgas Humas menegaskan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi, barang bukti, serta hasil olah TKP.

“Untuk pihak yang diduga sebagai pelaku, saat ini masih dalam proses penyelidikan. Petugas masih mendalami keterangan saksi, barang bukti, dan temuan di lapangan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut,” jelasnya.

Manajemen PT Freeport Indonesia telah melaporkan kejadian tersebut melalui Laporan Polisi Nomor LP/B/13/IX/2026/SPKT/Polsek Tembagapura/Polres Mimika/Polda Papua Tengah.

Jalur tambang kembali jadi sasaran

Penembakan terhadap konvoi kendaraan ini menunjukkan bahwa jalur Tembagapura masih menghadapi ancaman keamanan serius. Kawasan tersebut merupakan jalur vital yang digunakan pekerja dan kendaraan operasional untuk menunjang aktivitas pertambangan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan keselamatan masyarakat dan pekerja menjadi prioritas aparat.

“Penembakan terhadap kendaraan yang sedang membawa masyarakat maupun pekerja merupakan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan. Kami memastikan proses penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan terukur berdasarkan bukti serta fakta yang ditemukan di lapangan,” tegas Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan pengamanan di sepanjang jalur Tembagapura akan terus diperkuat menyesuaikan perkembangan situasi.

Masyarakat dan pengguna jalur juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta segera melaporkan potensi gangguan keamanan kepada aparat.

Hingga Jumat (4/9/2026), aparat gabungan masih memburu titik terang di balik penembakan tersebut. Polisi terus mendalami barang bukti, keterangan pengemudi dan saksi, serta hasil olah TKP untuk mengungkap pelaku dan motif serangan.

Belum ada kelompok yang ditetapkan sebagai pelaku. Namun, aksi penembakan terhadap konvoi pekerja di jalur vital Tembagapura menjadi ancaman nyata yang kini tengah diusut aparat secara intensif.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!