Maskapai AMA Hentikan Sementara Penerbangan ke Sejumlah Distrik di Pegubin
BATASPAPUA.COM, PEGUNUNGAN BINTANG — PT AMA menghentikan sementara layanan penerbangan pesawat Pilatus ke sejumlah distrik/lapangan terbang (lapter) di Kabupaten Pegunungan Bintang yang belum memiliki pengamanan dari personel Satgas maupun kepolisian.
Keputusan tersebut disampaikan PT AMA melalui surat Nomor 0836.2026.01.42 tertanggal 24 Agustus 2026, yang ditujukan kepada Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang di Oksibil.
Dalam surat yang ditandatangani Direktur PT AMA, Bob Kayadu, manajemen menyebut keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di wilayah Pegunungan Bintang, khususnya bagi penerbangan pesawat Pilatus yang melayani distrik-distrik tanpa pos pengamanan Satgas atau Polri.
PT AMA menyatakan menerima ancaman melalui voice note yang disebut berasal dari pihak KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata). Atas pertimbangan tersebut, manajemen memutuskan untuk sementara menghentikan penerbangan menuju lapter yang tidak memiliki pengamanan.
“Manajemen memutuskan bahwa penerbangan ke lapter yang tidak ada pengamanan oleh anggota Satgas/Polri, untuk sementara dihentikan,” demikian isi surat tersebut.
PT AMA menegaskan bahwa operasional penerbangan hanya akan dilakukan menuju distrik atau lapter yang memiliki jaminan keamanan memadai. Kebijakan tersebut akan berlaku hingga tuntutan terhadap pihak AMA yang disampaikan oleh KKB wilayah Pegunungan Bintang dicabut.
Menurut perusahaan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan pilot dan pesawat yang dioperasikan.
“Hal ini kami putuskan untuk mengamankan pilot dan pesawat sesuai dengan tuntutan dari pihak KKB wilayah Pegunungan Bintang,” tulis manajemen PT AMA.
Surat tersebut juga ditembuskan kepada Kepala OTBAN Wilayah X di Merauke, Dinas Perhubungan Kabupaten Pegunungan Bintang, Kepala Bandar Udara Oksibil, serta para uskup se-Tanah Papua.
Penghentian sementara penerbangan ini berpotensi memengaruhi konektivitas masyarakat di sejumlah distrik Pegunungan Bintang, mengingat transportasi udara menjadi salah satu akses penting untuk mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan di wilayah tersebut.










Tinggalkan Balasan