KKB Papua Hujani Aparat Dengan Tembakan di Tolikara, Satu Personel Polisi Terluka

BATASPAPUA.COM, TOLIKARA, — Penembakan terhadap aparat kepolisian kembali terjadi di Kabupaten Tolikara. Bripda Jhon Galu Situmorang, personel Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya, terluka setelah ditembak saat rombongan polisi melintas di kawasan sebelum Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kamis (20/8/2026).

Serangan terjadi ketika personel kepolisian tengah melakukan observasi di jalan poros yang menghubungkan Puncak Jaya dengan Tolikara. Tembakan disebut datang secara tiba-tiba dari arah ketinggian dan langsung menyasar kendaraan dinas yang ditumpangi aparat.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan sejumlah tembakan mengenai kendaraan dinas, termasuk bagian atap dan lampu rotator hingga pecah.

Salah satu proyektil kemudian mengenai Bripda Jhon Galu Situmorang di bagian pangkal paha kiri.

“Kejadian tersebut terjadi di jalan Poros dari Puncak Jaya menuju Tolikara, yaitu di sekitar Jembatan Kuari, Kampung Umage, Distrik Umage, Kabupaten Tolikara, saat anggota Polsek Ilu sedang melakukan observasi, tiba-tiba diserang dengan kontak tembak dari ketinggian,” kata Yusuf.

Menurutnya, keselamatan korban menjadi prioritas setelah serangan terjadi. Bripda Jhon sempat mendapatkan penanganan di RSUD Karubaga, kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Jayawijaya karena keterbatasan fasilitas medis.

Namun, kondisi korban dilaporkan semakin menurun sehingga pada Jumat (21/8/2026) kembali dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara.

“Pada saat itu, kami langsung mengutamakan penyelamatan korban karena proyektil masih berada di dalam dan belum dikeluarkan,” ujarnya.

Di sisi lain, aparat langsung bergerak melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan mengembangkan penyelidikan untuk mengidentifikasi kelompok yang berada di balik penembakan.

Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata pimpinan Ternus Enumbi. Meski demikian, aparat menegaskan proses hukum masih berjalan dan seluruh informasi terus diverifikasi berdasarkan fakta serta alat bukti yang ditemukan di lapangan.

“Berdasarkan hasil identifikasi dan penyelidikan kami, pelaku patut diduga kelompok kriminal bersenjata pimpinan Ternus Enumbi,” kata Yusuf.

Medan di sekitar lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi aparat. Posisi jalan yang diapit tebing dan kawasan berketinggian, ditambah kondisi hutan yang lebat, membuat proses penyisiran dan pengejaran membutuhkan kehati-hatian.

Aparat juga menduga serangan tersebut memang menyasar personel keamanan. Kendaraan yang digunakan merupakan kendaraan dinas kepolisian sehingga keberadaan aparat relatif mudah dikenali.

“Sasarannya aparat keamanan, karena korban menggunakan kendaraan dinas, jadi mudah diketahui, dengan kondisi banyak lubang tembakan terutama di bagian atap,” jelas Yusuf.

Kerawanan keamanan di Tolikara juga menjadi perhatian aparat. Dalam satu bulan terakhir, wilayah tersebut disebut kembali mengalami sejumlah gangguan keamanan, termasuk insiden yang sebelumnya menimpa pekerja jalan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan insiden dilakukan dalam dua fokus utama, yakni memastikan korban memperoleh perawatan maksimal dan mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

“Prioritas kami adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Setelah itu, penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab berdasarkan fakta dan informasi yang diperoleh,” tegas Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa aparat tidak akan terburu-buru menetapkan pihak tertentu tanpa melalui proses verifikasi.

“Setiap informasi yang diperoleh akan kami verifikasi dan kembangkan untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Penanganannya dilakukan berdasarkan fakta, keterangan dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan,” jelas Adarma.

Selain memburu jejak pelaku, aparat kini meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya aksi lanjutan di Tolikara dan wilayah sekitarnya. Langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Warga yang memiliki informasi terkait penembakan tersebut diminta segera menyampaikannya kepada aparat keamanan melalui jalur yang tersedia.

Kasus penembakan Bripda Jhon Galu Situmorang kini terus dikembangkan. Aparat memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional, terukur dan berdasarkan ketentuan hukum untuk mengungkap secara terang siapa yang berada di balik serangan di kawasan Jembatan Kuari tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!