Tiga Warga Sipil Jadi Korban Penembakan di Maybrat, Pelaku Belum Diketahui
BATASPAPUA.COM, MAYBRAT — Tiga warga sipil dilaporkan menjadi korban penembakan di Kampung Ainot, sekitar pinggiran Sungai Kamundan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (14/8/2026). Ketiga korban mengalami luka tembak dan langsung dievakuasi ke RSUD Sele Be Solu untuk mendapatkan penanganan medis.
Ketiga korban masing-masing bernama Silvester Assem, Selfiana Sory, dan Anike Fatie. Mereka disebut merupakan warga sipil yang tidak terlibat dalam kelompok bersenjata.
Anggota DPR Papua Barat Daya, Willem Assem, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut ketiga korban merupakan warga dari kampungnya sendiri dan memiliki hubungan keluarga dengannya.
“Tiga warga sipil korban insiden penembakan. Ketiganya telah dievakuasi ke RSUD Sele Be Solu,” kata Willem Assem kepada wartawan, Jumat (14/8/2026) Malam.
Willem menegaskan, para korban bukan bagian dari kelompok bersenjata maupun TPN-OPM. Ia menyebut ketiganya merupakan masyarakat biasa yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Yang menjadi korban adalah keluarga dekat saya dan warga dari kampung saya sendiri. Mereka masyarakat biasa, bukan bagian dari TPN-OPM. Ketiga korban mengalami luka tembak dan kondisinya sempat kritis,” bebernya.
Penembakan tersebut menambah kekhawatiran terhadap keamanan warga sipil di wilayah Maybrat. Hingga kini, identitas pelaku dan motif penembakan belum diketahui secara pasti. Aparat keamanan masih melakukan penanganan dan penyelidikan terhadap insiden tersebut.
Di tengah situasi tersebut, Polda Papua Barat Daya meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Polisi menilai penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya berpotensi memperkeruh keadaan dan memicu keresahan.
Plt Kabag Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S. A Hengkelare, mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus kepada aparat.
“Kami imbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” kata Jenny dalam keterangannya.
Ia meminta masyarakat mengutamakan informasi resmi dan akurat yang disampaikan pihak kepolisian. Masyarakat juga diminta tidak langsung menyebarkan kabar yang belum dipastikan kebenarannya.
“Mari tunggu informasi resmi dan akurat dari pihak kepolisian. Saring sebelum sharing,” imbuhnya.
Kasus penembakan ini kini menjadi perhatian aparat keamanan. Selain memastikan kondisi ketiga korban, polisi dituntut segera mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik penembakan tersebut, sehingga keamanan masyarakat sipil di Maybrat tidak kembali terancam.










Tinggalkan Balasan