Pembangunan Pelabuhan Agats Ditargetkan Rampung November 2026, Siap Dukung Konektivitas Papua Selatan

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan, Michael R. Gomar, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan bersama Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Asmat untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana, Sabtu (1/8/2026). Foto: Bataspapua.com/Ist

BATASPAPUA.COM, ASMAT – Pemerintah Provinsi Papua Selatan memastikan proses pembangunan Replacement Fasilitas Pelabuhan Laut Agats Segmen II di Kabupaten Asmat terus berjalan sesuai tahapan dan ditargetkan selesai pada November 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan, Michael R. Gomar, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan bersama Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Asmat untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai rencana, Sabtu (1/8/2026).

Michael Gomar menjelaskan, pembangunan dilakukan sebagai upaya menggantikan fasilitas pelabuhan yang mengalami keruntuhan pada Februari 2026. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Esprezza Cipta Griya berdasarkan kontrak yang dimulai pada 27 Maret 2026.

Menurutnya, tahapan pertama pekerjaan berupa clearing atau pembersihan material dari dasar laut telah diselesaikan. Selanjutnya, proyek akan memasuki tahap kedua, yakni pekerjaan pemancangan tiang pancang setelah seluruh material konstruksi yang dikirim dari Gresik tiba di Kabupaten Asmat.

“Pekerjaan pembangunan memiliki masa pelaksanaan selama 280 hari kalender dengan masa pemeliharaan selama 180 hari. Kami optimistis pekerjaan dapat selesai tepat waktu sesuai kontrak sehingga pada November 2026 pelabuhan dapat diresmikan dan kembali melayani masyarakat,” ujar Michael Gomar.

Ia mengatakan, setelah rampung, Pelabuhan Agats akan kembali melayani kapal penumpang milik PT PELNI serta kapal-kapal kargo yang menjadi urat nadi distribusi barang dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Asmat.

Pelabuhan Agats memiliki peran strategis sebagai Hub Terminal Point Interland, yang melayani konektivitas transportasi laut menuju wilayah pedalaman, termasuk Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Nduga.

Sebagai bagian dari pengembangan jangka panjang, Pemerintah juga merencanakan peningkatan kapasitas pelabuhan pada tahun 2027 melalui pembangunan perpanjangan dermaga sepanjang 100 meter serta pembangunan trestel guna mendukung aktivitas bongkar muat peti kemas menuju depo yang berada di belakang Kantor KUPP Kelas III Asmat.

Meski pembangunan masih berlangsung, pelayanan transportasi laut di Kabupaten Asmat tetap berjalan normal. Untuk sementara, kapal penumpang berukuran besar seperti KM Sirimau, KM Tatamailau, dan KM Leuser digantikan oleh KM Sabuk Nusantara 75 dan KM Sabuk Nusantara 77, yang saat ini operasionalnya dibantu oleh KM Inti Pratama dengan home base di Sorong.

Selain itu, layanan pelayaran juga tetap diperkuat oleh KM Bambit milik ASDP serta KM Sabuk Nusantara 114 dan KM Sabuk Nusantara 54, sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi barang tetap terlayani.

Michael memastikan pasokan logistik, termasuk kebutuhan pangan dan sembako di Kabupaten Asmat, hingga kini dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Kami berharap seluruh proses pembangunan Pelabuhan Agats Segmen II dapat berjalan dengan aman, lancar, dan selesai sesuai target pada November 2026. Dukungan seluruh masyarakat Asmat sangat diharapkan agar pembangunan ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat bagi peningkatan pelayanan transportasi laut serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!