MRP Papua Selatan: Rumah Adat Jew, Benteng Pelestarian Budaya Orang Asli Papua

Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung pelestarian budaya asli Papua. Sebagai bentuk dukungan nyata, MRP Papua Selatan menyerahkan bantuan dana untuk mendukung keberlanjutan kegiatan adat dan pemeliharaan Rumah Adat Jew di Kampung Syuru. Foto: Bataspapua.com/Jamal

BATASPAPUA.COM, ASMAT – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan, Damianus Katayu, mendampingi Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, dalam peresmian Rumah Adat Jew di Kampung Syuru, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu (1/8/2026).

Peresmian Rumah Adat Jew ditandai dengan pelaksanaan Pesta Adat Jew yang digelar masyarakat adat Asmat sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur yang terus dijaga secara turun-temurun.

Rumah Adat Jew di Kampung Syuru dikenal sebagai Rumah Bujang, yakni rumah adat yang menjadi tempat berkumpulnya laki-laki yang belum berkeluarga. Sesuai dengan adat istiadat masyarakat Asmat, rumah tersebut hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki, sementara perempuan dan anak-anak berusia di bawah 10 tahun tidak diperkenankan memasuki bangunan adat tersebut.

Keberadaan Rumah Adat Jew memiliki makna penting bagi masyarakat Asmat karena tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga menjadi pusat pendidikan adat, pewarisan nilai-nilai budaya, musyawarah, serta pembentukan karakter generasi muda laki-laki dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung pelestarian budaya asli Papua. Sebagai bentuk dukungan nyata, MRP Papua Selatan menyerahkan bantuan dana untuk mendukung keberlanjutan kegiatan adat dan pemeliharaan Rumah Adat Jew di Kampung Syuru.

Damianus mengatakan, pelestarian rumah adat merupakan bagian penting dari upaya menjaga identitas, jati diri, dan kearifan lokal Orang Asli Papua yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kehadiran Rumah Adat Jew bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi simbol persatuan, kebersamaan, serta warisan budaya yang harus terus dijaga. MRP Papua Selatan berkomitmen mendukung setiap upaya pelestarian adat dan budaya sebagai amanat dalam melindungi hak-hak dasar Orang Asli Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, MT, mengapresiasi semangat masyarakat Kampung Syuru yang terus mempertahankan tradisi dan nilai-nilai budaya Asmat di tengah perkembangan zaman.

Peresmian Rumah Adat Jew berlangsung khidmat dan penuh nuansa budaya, ditandai dengan prosesi adat yang melibatkan para tetua adat, tokoh masyarakat, serta warga Kampung Syuru. Momentum tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, MRP Papua Selatan, dan masyarakat adat dalam menjaga kelestarian budaya sebagai bagian dari kekayaan dan identitas Papua Selatan.

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!