67 Tahun Misi Kemanusiaan di Papua, Maskapai AMA Kehilangan Pilot Asal Amerika
BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Selama 67 tahun melayani masyarakat di wilayah pedalaman Papua, PT Associated Mission Aviation (AMA) belum pernah mengalami insiden penyerangan yang berujung pada tewasnya seorang pilot.
Tragedi penembakan terhadap pilot asal Amerika Serikat, Captain Nicholas F. Goselin (29), menjadi peristiwa paling kelam dalam sejarah panjang maskapai misi kemanusiaan tersebut.
Fakta itu diungkapkan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, usai proses visum jenazah korban di RS Bhayangkara Polda Papua, Jayapura, Jumat (3/7/2026).
Menurut Yusuf, aparat telah berkomunikasi langsung dengan manajemen PT AMA dan pimpinan misi gereja di Papua untuk memastikan berbagai informasi yang beredar, termasuk tuduhan di media sosial yang menyebut maskapai tersebut menjalankan aktivitas di luar misi kemanusiaan.
“Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini,” ujar Yusuf.
Ia menegaskan, selama puluhan tahun AMA dikenal sebagai maskapai yang melayani gereja-gereja, tenaga medis, misionaris, serta masyarakat di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Kehadiran maskapai tersebut menjadi salah satu penopang utama distribusi pelayanan kemanusiaan di wilayah pedalaman Papua.
Karena itu, Satgas Operasi Damai Cartenz membantah narasi yang beredar di media sosial yang menuduh pesawat AMA terlibat dalam aktivitas selain pelayanan kemanusiaan.
“Kami telah berkomunikasi langsung dengan pihak PT AMA maupun Uskup Jayapura selaku pimpinan misi. Informasi yang beredar tersebut tidak benar. PT AMA murni menjalankan pelayanan bagi gereja-gereja dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua,” tegasnya.
Peristiwa tragis itu terjadi setelah pesawat Pilatus PK-RCY milik PT AMA mendarat di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo. Korban diduga menjadi sasaran penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebelum pesawat kemudian dibakar.
Hasil penyelidikan sementara Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut aksi tersebut diduga dilakukan kelompok KKB Bakusip yang dipimpin M. Balingga. Aparat masih terus memburu para pelaku sekaligus mendalami motif penyerangan terhadap maskapai yang selama puluhan tahun dikenal melayani misi kemanusiaan di Papua.
Tragedi ini tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga korban dan PT AMA, tetapi juga menandai berakhirnya catatan panjang pengabdian tanpa insiden fatal yang telah dijalani maskapai tersebut selama hampir tujuh dekade di Tanah Papua.(*)










Tinggalkan Balasan