Sekolah Integrasi Kukuperib di Pegunungan Bintang. Bupati: Siap Diresmikan 13 Juli Mendatang

Bupati Spei Yan Bidana saat meninjau Pembangunan Sekolah Integrasi Kukuperib di Kampung Dabolding Kalomdol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Foto: Bataspapua.com/Aquino Ningdana

BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Pembangunan Sekolah Integrasi Kukuperib di Kampung Dabolding Kalomdol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, telah memasuki tahap akhir dan dijadwalkan diresmikan pada 13 Juli 2026. Sekolah yang digagas Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si., melalui Dinas Pendidikan ini akan menerapkan kurikulum AP IWOL yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan pelestarian budaya lokal.

Saat meninjau persiapan peresmian sekolah, Rabu (1/7/2026), Bupati Spei Yan Bidana didampingi Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Paulus Mabel, menyampaikan bahwa pembangunan kompleks sekolah telah rampung.

Menurutnya, total terdapat sejumlah bangunan utama yang telah selesai dibangun, meliputi satu gedung Sekolah Dasar (SD) dengan tiga ruang kelas belajar, satu gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan tiga ruang kelas belajar, serta lima unit rumah dinas guru. Selain itu, pembangunan kawasan pendidikan tersebut juga didukung sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

Bupati menjelaskan, kawasan Kalomdol dipilih karena menjadi pusat pengembangan berbagai fasilitas strategis di Kabupaten Pegunungan Bintang. Di kawasan yang sama saat ini juga tengah dibangun Sekolah Rakyat, Kampus Universitas Okmin Papua, serta Lapangan Sepak Bola Sport Center Yosep Kotanon Yaorka yang progres pembangunannya telah mencapai sekitar 50 persen.

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Integrasi Kukuperib merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pegunungan Bintang agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

“Anak-anak tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga dibekali pemahaman terhadap budaya daerah agar tetap mengenal dan mencintai identitasnya. Karena itu, sekolah ini akan menerapkan kurikulum AP IWOL yang berlandaskan nilai-nilai budaya lokal dengan konsep rumah adat sebagai pusat pembelajaran,” ujar Spei.

Gedung Sekolah Integrasi Kukuperib di Kampung Dabolding Kalomdol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Gedung Sekolah Integrasi Kukuperib di Kampung Dabolding Kalomdol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Bupati mengungkapkan, gagasan membangun sekolah terintegrasi muncul setelah upaya menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah dasar yang telah ada belum berjalan sesuai harapan sejak periode pertama kepemimpinannya. Pemerintah daerah kemudian memutuskan membangun sekolah sendiri agar dapat mengelola kurikulum dan sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Pegunungan Bintang.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang juga berencana membangun sekolah serupa di sejumlah wilayah lainnya. Program tersebut akan dilengkapi dengan pembangunan asrama siswa sebagai bagian dari sistem pembinaan karakter.

Melalui pola pendidikan berasrama, para siswa diharapkan memperoleh pembinaan yang lebih terarah, mencakup pendidikan akademik, pembinaan keagamaan, pelestarian adat istiadat, serta penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual.

Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang berharap kehadiran Sekolah Integrasi Kukuperib menjadi tonggak baru dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal di wilayah Pegunungan Bintang.

Penulis: Aquino Ningdana
Editor: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!