Apolo: Perusahaan Tebu Belum Beri Laporan Jumlah Tenaga Kerja OAP Sampai Saat Ini
BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menjelaskan bahwa jumlah 3.500 tenaga kerja pada perusahaan tebu merupakan target dari sejak tahun 2025. Untuk mencapai itu, sampai ini mash dilakukan secara bertahap seiring perkembangan pembangunan berbagai infrastruktur dan investasi di wilayah Papua Selatan.
Menurut Apolo, peningkatan jumlah tenaga kerja tidak terjadi secara instan, melainkan mengikuti progres pembangunan proyek-proyek strategis yang sedang berjalan, seperti pembangunan pelabuhan dan fasilitas pengolahan (pabrik).
“Target 2025 itu sekitar 3.500 tenaga kerja. Target tersebut berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur yang ada. Ketika pelabuhan dibangun, maka jumlah tenaga kerja bertambah, baik dari kontraktor maupun aktivitas operasional pelabuhan. Demikian juga dengan pembangunan pabrik yang akan menyerap tenaga kerja baru,” ungkap Apolo kepada Bataspapua.com di Merauke, Selasa (16/6/2026) \.
Ia menuturkan, penyerapan tenaga kerja akan terus meningkat sejalan dengan pembangunan fasilitas tambahan yang direncanakan pada tahun berikutnya. Oleh karena itu, capaian target tenaga kerja akan dievaluasi pada akhir periode yang telah ditetapkan.
“Target tersebut bukan berarti langsung tercapai pada 1 Januari. Penambahannya dilakukan secara bertahap setiap bulan sesuai perkembangan pembangunan. Pada akhir Desember nanti akan dilakukan evaluasi apakah target tercapai, kurang dari target, atau bahkan melebihi target yang telah ditetapkan,” katanya.
Apolo menambahkan, pemerintah daerah secara rutin melakukan pemantauan melalui laporan bulanan atau Monthly Certificate (MC) yang disampaikan oleh pihak pelaksana proyek. Mekanisme ini digunakan untuk mengukur perkembangan pembangunan sekaligus realisasi penyerapan tenaga kerja.
Ia mencontohkan, pada tahun 2024 pemerintah menargetkan penyerapan sekitar 1.000 tenaga kerja, namun realisasinya hanya mencapai sekitar 700 orang karena sejumlah kendala di lapangan yang kemudian menjadi bahan evaluasi bersama.
Ketika ditanya terkait data tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) yang bekerja pada perusahaan-perusahaan tebu di Merauke, Apolo mengakui hingga saat ini laporan resmi dari perusahaan belum diterima secara lengkap. Namun, Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah meminta data tersebut secara resmi kepada pihak perusahaan.
“Laporan resmi terkait jumlah tenaga kerja OAP belum kami terima secara lengkap. Namun pemerintah sudah meminta data tersebut secara resmi. Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Tenaga Kerja, jumlah tenaga kerja yang ada saat ini sekitar 2.800 orang,” pungkasnya.
Penulis: Jamal Y.Bwariat
- Apolo Safanpo
- Dinas Tenaga Kerja Papua Selatan
- ekonomi Papua Selatan
- Gubernur Papua Selatan
- Headline
- investasi Papua Selatan
- investasi strategis Merauke
- lapangan kerja Papua
- Papua Selatan
- pembangunan infrastruktur Papua Selatan
- pembangunan pabrik tebu
- pembangunan pelabuhan Merauke
- penyerapan tenaga kerja 2026
- perkembangan investasi Merauke
- perusahaan tebu Merauke
- proyek strategis nasional Merauke
- proyek tebu Papua Selatan
- target tenaga kerja 3500 orang
- tenaga kerja lokal Papua
- tenaga kerja OAP
- tenaga kerja tebu Merauke










Tinggalkan Balasan