Prajurit TNI Asal Sintang Gugur Dalam Kontak Tembak Kontra KKB Papua di Nduga

BATASPAPUA.COM, TIMIKA – Duka mendalam menyelimuti keluarga Praka (Anumerta) Aprianus, prajurit TNI asal Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, yang gugur saat menjalankan tugas operasi di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Rabu (29/4/2026).

Almarhum dilaporkan gugur dalam kontak tembak antara aparat TNI dan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama sekitar pukul 09.55 WIT.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat itu tim ambush Satgas Yonif 623/BWU tengah melaksanakan patroli pengamanan wilayah dan mendeteksi pergerakan sekitar 15 anggota kelompok bersenjata.

Kontak senjata kemudian pecah ketika pasukan TNI melakukan tindakan balasan. Dalam baku tembak tersebut, Praka Aprianus terkena tembakan di bagian leher.

Korban sempat dievakuasi menggunakan helikopter menuju Timika untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Dalam operasi tersebut, aparat TNI dilaporkan berhasil melakukan penetrasi dan melumpuhkan dua anggota kelompok bersenjata.

Komandan Kodim 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wijaksono membenarkan kabar gugurnya prajurit asal Sintang tersebut.

“Betul, Praka Aprianus, seorang prajurit TNI asal Sintang, gugur saat bertugas di Papua,” ujar Anggit, dikutip dari Tribun Pontianak, Kamis (30/4/2026).

Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan keberaniannya, almarhum dianugerahi kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Praka Anumerta.

Di balik kabar duka itu, keluarga mengaku sempat tidak menerima informasi resmi secara langsung dari pihak berwenang.

Margareta, kakak kandung almarhum, mengungkapkan bahwa kabar pertama justru diterima dari kekasih Aprianus yang berada di Manado.

“Informasi pertama justru dari pacarnya di Manado. Setelah itu baru ada teman satu kompi di Kaltim yang menelepon, menanyakan alamat,” kata Margareta.

Setelah itu, sejumlah rekan Aprianus dari Papua dan Manado kembali menghubungi keluarga hingga kabar duka mulai terkonfirmasi sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat informasi itu diterima, kedua orangtua Aprianus diketahui masih berada di pasar.

Margareta memilih menunggu kedua orangtuanya pulang sebelum menyampaikan kabar gugurnya putra bungsu mereka.

“Bapak dan ibu masih di pasar. Saya hubungi supaya mereka cepat pulang. Setelah sampai di rumah, baru saya sampaikan,” tuturnya.

Praka Aprianus diketahui merupakan anak bungsu sekaligus satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga.

Jenazah almarhum diterbangkan dari Papua menuju Pontianak pada Kamis (30/4/2026) sebelum diberangkatkan melalui jalur darat menuju Kabupaten Sintang.

Setibanya di Sintang, jenazah disemayamkan di Gereja Katedral sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi Sintang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!