PSBS Biak Tak Pernah Menang Picu Kemarahan Suporter: Pelatih Segera Out!
BATASPAPUA.COM, JAYAPURA — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Napi Bongkar, wadah suporter PSBS, Dirk Putuhena, melontarkan kritik keras terhadap kondisi tim PSBS Biak yang dinilai terus mengalami keterpurukan di kompetisi Liga 1. Ia secara terbuka mendesak Ketua Umum PSBS Biak segera melakukan intervensi terhadap manajemen tim dan mencopot pelatih kepala.
Dalam pernyataannya, Dirk menilai kehadiran pelatih saat ini gagal membawa perubahan positif bagi PSBS Biak. Bahkan, sejak pelatih tersebut menangani tim, PSBS disebut belum mampu mempersembahkan kemenangan bagi masyarakat Biak.
“Kami meminta dengan tegas kepada Ketua Umum PSBS Biak untuk segera intervensi dan mengambil alih manajemen. Kami juga meminta pelatih kepala segera out dari tim PSBS Biak,” tegas Dirk.
Menurutnya, kesabaran suporter telah berada di batas akhir setelah rentetan hasil buruk yang terus diterima tim. Ia menilai dalam sepak bola profesional, pelatih yang gagal membawa hasil dalam beberapa pertandingan seharusnya sudah dievaluasi secara serius hingga dicopot dari jabatannya.
“Seharusnya kalau pelatih sudah tiga sampai empat kali kalah, pasti out. Apapun alasannya, apapun komitmen dan perjanjian di luar, kami tidak peduli. Yang kami inginkan tim ini tetap berdiri tegak dan keluar dari situasi sulit dengan kepala tegak,” katanya.
Dirk juga menyoroti situasi internal tim yang disebut mulai tidak kondusif. Kehadiran pelatih dinilai memicu perpecahan di ruang ganti dan menghambat sejumlah pemain potensial untuk berkembang.
“Kehadiran pelatih ini menimbulkan perpecahan di antara pemain. Banyak pemain yang sebenarnya punya potensi bagus tetapi tidak diberi kesempatan bermain karena dianggap melawan atau keras kepala dengan pelatih,” ujarnya.
Selain itu, suporter menolak alasan evaluasi dan uji coba yang disebut-sebut menjadi pembenaran atas buruknya performa tim. Mereka menegaskan Liga 1 bukan ajang eksperimen.
“Ini bukan tempat coba-coba. Liga 1 adalah kompetisi profesional. Semua pemain yang bermain di Liga 1 harus siap. Jangan pakai alasan uji coba,” tegasnya lagi.
Saat ini, Tim Badai Pasifik masih terpuruk di dasar klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. PSBS Biak menempati posisi ke-18 dengan koleksi 18 poin dari 30 pertandingan.
Sepanjang musim ini, PSBS baru mencatatkan empat kemenangan, enam hasil imbang, dan menelan 20 kekalahan. Situasi semakin memburuk setelah PSBS dihajar Malut United dengan skor telak 0-7 pada pekan ke-30 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (28/4/2026) malam WIB.
Dalam waktu dekat, Badai Pasifik dijadwalkan bertandang ke markas Persebaya Surabaya pada pekan ke-31 di Stadion Gelora Bung Tomo, 2 Mei mendatang. Kondisi tersebut membuat tekanan dari suporter terhadap manajemen dan pelatih semakin menguat.
Napi Bongkar berharap sebelum laga menghadapi Persebaya, PSBS Biak sudah melakukan perubahan di kursi pelatih demi menyelamatkan mental tim dan menjaga harga diri klub di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.
Meski kecewa dengan situasi yang terjadi, Dirk tetap meminta seluruh suporter Napi Bongkar terus memberikan dukungan kepada tim berjuluk Badai Pasifik tersebut.
“Kami tetap mendukung PSBS Biak. Kepada seluruh teman-teman Napi Bongkar tetap semangat mendukung tim. Tetapi sekali lagi kami mendesak dengan hormat agar pelatih segera out,” tutupnya.










Tinggalkan Balasan