Pawai Budaya Meriahkan Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Merauke ke-124
BATASPAPUA.COM, MERAUKE – – Menyambut Hari Jadi Kabupaten Merauke ke-124 yang diperingati pada 12 Februari 2026, Panitia Penyelenggara menggelar sejumlah kegiatan, salah satunya Pawai Budaya yang berlangsung meriah pada Sabtu (7/2/2026).
Pawai budaya tersebut diikuti oleh 43 peserta karnaval yang menampilkan beragam kekayaan budaya dari berbagai etnis yang mendiami Kota Merauke. Kegiatan ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat Menuju Merauke Sejahtera.”
Rute pawai dimulai dari Lapangan Mandala Merauke dan berakhir di Kantor Bupati Merauke, dengan pengamanan dan pengaturan lalu lintas oleh pihak terkait.
Sebelum melepas peserta pawai, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pawai secara tertib serta tidak mengganggu arus lalu lintas demi kelancaran dan keselamatan bersama.
Dalam sambutannya, Bupati Yoseph mengatakan bahwa pawai budaya menjadi momentum penting bagi masyarakat Merauke, karena menandai dimulainya rangkaian peringatan hari jadi ke-124 Kota Merauke.
“Hari ini merupakan momentum penting bagi kita semua masyarakat Merauke, karena kita memulai rangkaian kegiatan memperingati 124 tahun Kota Merauke. Ini bukan waktu yang singkat dan penuh dengan dinamika sejarah,” ujarnya.
Ia menuturkan, 12 Februari 1902 merupakan tanggal bersejarah bagi seluruh masyarakat yang mendiami Bumi Anim Ha, mengingatkan kembali pada perjalanan panjang Merauke yang awalnya diwarnai dinamika antarsuku dan marga, hingga berkembang menjadi kota seperti saat ini berkat kasih dan kemurahan Tuhan.
Menurut Bupati, gereja dan pemerintah telah meletakkan fondasi penting dalam sejarah pembentukan Kota Merauke. Namun demikian, peran masyarakat adat, khususnya suku Marind, memiliki posisi yang sangat penting karena dengan keterbukaan dan penerimaan merekalah peradaban dapat berkembang hingga saat ini.
“Pada momentum ini, saya berharap kita semua memberikan penghargaan dan penghormatan kepada orang asli Marind sebagai pemilik negeri ini. Apa pun yang kita lakukan di atas tanah ini harus selalu melibatkan mereka,” tegasnya.
Bupati Yoseph menambahkan, pawai budaya menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh etnis di Merauke untuk bersyukur kepada Tuhan sekaligus mempererat persaudaraan, sejalan dengan motto Izakod Bekai Izakod Kai yang berarti Satu Hati Satu Tujuan.
“Melalui pawai budaya ini, kita beri ruang seluas-luasnya bagi seluruh etnis untuk berpartisipasi, menunjukkan kekayaan budaya bangsa dari Sabang sampai Merauke,” pungkasnya. (AL/ADM)










Tinggalkan Balasan