Bupati Boven Digoel Akui Keterbatasan Anggaran PSU, Minta Dukungan Pemprov Papua Selatan
BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Bupati Boven Digoel, Hengki Yaluwo, secara terbuka mengungkapkan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerahnya dalam menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025. Dalam pernyataannya kepada wartawan di Merauke, Senin (14/4), Hengki meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk menutupi kekurangan tersebut.
“Ketidakmampuan anggaran kami di daerah mendorong kami untuk meminta bantuan kepada Bapak Gubernur, dan beliau merespons positif permintaan tersebut demi kelancaran pelaksanaan PSU di Kabupaten Boven Digoel,” ujarnya.
Dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Selatan disebutkan mencapai Rp8 miliar. Sementara itu, anggaran dari pemerintah pusat tidak dialokasikan secara langsung, melainkan dilimpahkan kepada daerah pelaksana PSU.
Menurut Bupati Hengki, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membutuhkan total anggaran sebesar Rp30 miliar untuk pelaksanaan PSU di Boven Digoel. Namun, kemampuan anggaran daerah hanya mencakup sekitar Rp20 miliar.
“Memang angkanya cukup besar, tapi kami memahami ini adalah tanggung jawab kami di daerah. PSU harus berjalan dengan baik demi demokrasi yang sehat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun sebagian anggaran daerah akan dialokasikan untuk PSU, pemerintah tetap menjaga keseimbangan agar tidak mengganggu pelayanan publik lainnya, termasuk pembayaran gaji ASN.
“Jangan sampai pegawai negeri tidak terima gaji, itu yang penting,” kata Hengki menegaskan.
Dengan segala tantangan yang dihadapi, Bupati Hengki tetap optimis bahwa PSU akan berlangsung dengan aman dan tertib. Ia juga menyampaikan harapan besar dari masyarakat Boven Digoel dan seluruh Provinsi Papua Selatan agar proses demokrasi ini berjalan dengan lancar.
“Kami optimis pelaksanaan PSU bakal berjalan baik dan aman. Itu harapan kami semua,” pungkasnya. (*)










Tinggalkan Balasan