Mimpi 45 Tahun yang Kini Jadi Nyata, Sejumlah Tokoh Dukung Kerja Sama Pendidikan Internasional di Pegubin

Bupati Spei Yan Bidana, ST., M.Si, dan Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP bersama sejumlah Tokoh saat melakukan peresmian kerja sama strategis di bidang pendidikan antara Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, dan negara tetangga Papua New Guinea (PNG).
BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Sebuah tonggak sejarah baru ditorehkan di tanah Pegunungan Bintang. Di tengah kabut pegunungan dan semangat masyarakat yang tak pernah padam, Kabupaten Pegunungan Bintang melangkah mantap menuju masa depan gemilang melalui sebuah gebrakan besar di bidang pendidikan: pendirian Universitas Okmin Papua.

Langkah ini menjadi jawaban nyata atas penantian panjang masyarakat Pegubin—sebuah kerinduan yang sudah terpendam selama 45 tahun, sejak wilayah ini bergabung dengan Kabupaten Jayawijaya namun belum pernah mendapatkan akses pendidikan tinggi yang merata. Kini, harapan itu mekar di atas tanah Aplim Apom, dengan komitmen kuat dari berbagai elemen daerah.

Inisiatif besar ini tidak lepas dari peran visioner Bupati Spei Yan Bidana, ST. M.Si, yang menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama pemerintahannya. Melalui berbagai program terobosan, ia membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya janji, melainkan kenyataan yang kini dirasakan oleh masyarakat hingga ke 277 kampung dan 34 distrik di seluruh Pegunungan Bintang.

Kerja nyata ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pegunungan Bintang.

Ketua DPRD Pegubin, Gutinus Wasini (kiri), bersama Ketua II DPRD, Yanus Delka, SE (kanan).
Ketua DPRD Pegubin, Gutinus Wasini (kiri), bersama Ketua II DPRD, Yanus Delka, SE (kanan).

“Kami sebagai lembaga representatif masyarakat sangat bangga dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama menghadirkan Universitas Okmin di tanah ini. Kami siap mendukung sepenuhnya,” ujar Ketua DPRD, Gutinus Wasini, dengan penuh antusias.

Selain itu, Hal yang sama juga diutarakan Ketua II DPRD, Yanus Delka. Ia mengaku kehadiran Universitas Okmin Papua bukan hanya pencapaian lokal, namun juga menjadi momentum kerjasama lintas negara, dengan rencana kolaborasi bersama Pemerintah Papua Nugini di bidang pendidikan.

“Puji Tuhan, hari ini kita menerima sejarah baru. Kami berharap jurusan-jurusan yang dibuka nanti disesuaikan dengan kebutuhan daerah, agar anak-anak dari 277 kampung bisa berkuliah di sini,” tegasnya.

Yanus menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat fasilitas kampus sebagai warisan masa depan.

“Kalau kita jaga, kita akan maju seperti daerah-daerah lainnya.”

Semangat pembangunan ini turut diamini oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua, Anthonius M. Ayorbaba, yang menyatakan bahwa perjuangan ini harus didukung oleh semua lini, baik pemerintah provinsi, DPRP, hingga pemerintah pusat.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Papua, Anthonius M. Ayorbaba.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Papua, Anthonius M. Ayorbaba.

“Universitas Okmin harus menjadi lumbung SDM unggul bagi tanah Papua. Ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol perjuangan dan masa depan Papua Pegunungan,” ujar Ayorbaba penuh harap.

Sementara itu, Pastor Dr. Yohanes Kore, S.Ag, M.A, OFM, selaku Rektor Universitas Okmin Papua, menegaskan bahwa kampus ini tidak hanya bertujuan mencerdaskan, tetapi juga membangun identitas dan budaya lokal.

“Universitas Okmin Papua akan menjadi pusat kajian Papua Melanesia. Kita akan menggali nilai-nilai lokal sebagai kekayaan intelektual dan spiritual,” katanya.

Ketua Dewan Adat Aplim Apom Sibilki, Anthonius Palumki Uropmabin, memberikan penegasan yang menggugah: universitas ini bukan milik satu kelompok, tapi milik bersama—tujuh suku, ratusan sub-suku, dan seluruh kampung yang selama ini mendambakan pendidikan bermutu di tanah sendiri.

Ketua Dewan Adat Aplim Apom Sibilki, Anthonius Palumki Uropmabin dan Prof. Ir. Yohanes Sardjono.
Ketua Dewan Adat Aplim Apom Sibilki, Anthonius Palumki Uropmabin dan Prof. Ir. Yohanes Sardjono.

“Ini mimpi 45 tahun yang akhirnya jadi nyata. Dari 13 kabupaten pemekaran, hanya Pegunungan Bintang yang telah membangun universitas swasta sendiri. Ini luar biasa!” tegasnya.

Dengan gaya bicara khas adat, ia bahkan mengingatkan pentingnya menjaga kampus ini.

“Siapa yang datang ganggu bangunan ini, potong tangan sesuai hukum adat! Universitas ini adalah harapan kita. Kita harus buat pagar hidup, jaga dan rawat bersama-sama.”

Ia juga menyatakan harapan besar bahwa di masa depan, sarjana-sarjana lulusan Universitas Okmin Papua bisa menjadi Bupati dan anggota DPR, karena mereka akan memiliki rasa memiliki yang kuat dan tanggung jawab besar terhadap tanah kelahirannya.

Kerja sama strategis di bidang pendidikan antara Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, dan negara tetangga Papua New Guinea (PNG) secara resmi diumumkan pada Jumat, 11 April 2025.
Kerja sama strategis di bidang pendidikan antara Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, dan negara tetangga Papua New Guinea (PNG) secara resmi diumumkan pada Jumat, 11 April 2025.

Kehadiran Universitas Okmin Papua bukan sekadar pembangunan fisik, tapi menjadi simbol kemajuan, harapan, dan perjuangan panjang masyarakat Pegunungan Bintang. Di balik gedung-gedung kampus yang mulai berdiri, tersimpan cita-cita ribuan anak muda untuk belajar, tumbuh, dan membawa perubahan bagi tanah kelahirannya.

Bupati Spei Yan Bidana, bersama DPRD, tokoh adat, Gereja, dan seluruh masyarakat, sedang mengukir sejarah baru. Ini bukan hanya tentang pendidikan, tetapi tentang mengangkat harkat dan martabat masyarakat adat Pegunungan Bintang.

Universitas Okmin Papua bukan sekadar kampus. Ia adalah rumah ilmu, rumah budaya, dan rumah harapan bagi seluruh generasi muda Pegubin.

Dan kini, di jantung pegunungan yang dahulu sunyi, gema semangat pendidikan mulai menggema: “Kampus ini adalah milik kita semua. Dari Pegunungan Bintang, untuk Papua, Indonesia, dan dunia.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!