Kontingen Cabor Tinju Papua Pegunungan Kecewa Dengan Keputusan Wasit PON 2024, Dinilai Tuan Rumah Tak Sportif

YouTube player

BATASPAPUA.COM, WAMENA – Pelatih tinju provinsi Papua Pegunungan, Geisler Ap menyatakan kecewa dengan keputusan dewan juri dan wasit pada pertandingan babak penyisihan I, Cabor tinju PON XXI Aceh – Sumut 2024, yang berlangsung pada Selasa (10/09/2024)

Pertandingan pertama yang digelar di Aula Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP) itu, mempertemukan petinju asal Papua Pegunungan, Sema Dabi melawan tuan rumah Sumatera Utara, Ahmad Hatoguan Harahap pada kelas 57-60 kg.

Hasil pertandingan ini sungguh sangat mengejutkan. Dimana keputusan wasit yang menyatakan tuan rumah Sumatera Utara keluar sebagai pemenang.

“Hasil hari ini kami dari Papua Pegunungan sangat kecewa sekali dengan penilaian yang diberikan oleh wasit atau juri” ungkap Geisler Ap pelatih tinju Papua Pegunungan usai pertandingan.

Geisler menjelaskan, sesuai dengan kriteria penilaian, agresivitas serangan petinju menjadi salah satu poin penting dan Sema Dabby telah menunjukkan hal itu. Akan tetapi tidak ada nilai tambah yang diperoleh dari sejumlah pukulan hook yang diarahkan ke lawannya.

“Karena begini, untuk penilaian agresif itu mereka sudah berikan waktu kita ikut materi itu untuk penilaian agresif tapi kami kaget petinju kami dari ronde pertama sampai ke 3 itu lebih banyak menyerang agresif tapi kalah” kata Geisler.

Geisler juga menilai lawan dari Sema Dabi, yakni Ahmad Harahap bahkan sudah jatuh dua kali karena pukulan hook yang telak dan penuh agresif, namun tidak diperhitungkan sama sekali oleh wasit.

“Terus waktu ronde kedua itu dia (Ahmad Hatoguan Harahap)kena pukulan hook telak dia jatuh, itu pun masih tidak hitung, wasit malah kasih dia berdiri terus lap dia punya handsku” ungkapnya.

“Terus yang kedua dua kena pukulan hook sket jatuh lagi, petinju kami agresif sekali tapi tidak dihitung sama sekali. Makanya tadi waktu keputusan kami jujur saja bahwa sangat kecewa sekali, makanya tadi ada protes,” katanya lagi.

Lebih lanjut Geisler menduga, keputusan wasit ini dinilai sepihak, lantaran Ahmad Harahap merupakan petinju tuan rumah Sumatera Utara.

“Ini iventnya nasional tapi kalau modelnya seperti ini, lebih utamakan tuan rumah mending jangan bikin PON di sini.” bebernya dengan nada kecewa.

Meski demikian, ribuan mata sudah menyaksikan jika petinju Papua Pegunungan sangat agresif dalam melayangkan setiap pukulannya tapi pada akhirnya keputusan wasit dinilai tidak sesuai dengan jalannya pertandingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!