Begini Kronologi Sebenarnya. Lapas Merauke Dibakar Hingga Puluhan Warga Binaan Kabur

Tampak kepulan asap bersumber dari gedung Lapas kelas II B Merauke. Foto: Bataspapua.com/Jam's

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke, Papua Selatan, Jumat (9/10/2026) pagi. Kerusuhan bermula dari penertiban telepon genggam (HP) milik warga binaan, kemudian berkembang menjadi penyerangan terhadap petugas, penerobosan area kantor hingga berujung pada kebakaran gedung kantor lapas.

Kepala Keamanan Lapas Merauke, Amiranto, mengatakan pemeriksaan HP warga binaan telah dilakukan sejak Kamis (8/10/2026) malam sebagai tindak lanjut kebijakan larangan peredaran HP di dalam lapas.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas meminta warga binaan menunjukkan HP yang mereka miliki. Namun, barang tersebut tidak langsung disita. Warga binaan diminta menyerahkan HP kepada keluarga masing-masing untuk dibawa pulang.

“Saya tanya siapa yang punya HP, pegang di tangan. Semua tunjukkan. Saya tidak sita HP kalian, saya minta nanti keluarga datang, dikasih pulang, karena ini perintah dari menteri bahwa tidak boleh ada peredaran HP dalam,” kata Amiranto.

Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh kamar hunian warga binaan. Langkah tersebut merupakan bagian dari penertiban untuk memastikan tidak ada peredaran maupun penggunaan HP secara ilegal di dalam lapas.

Sekitar pukul 08.00 WIT, sejumlah warga binaan dilaporkan berkumpul di salah satu area dalam lapas. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi ketegangan.

Sekitar pukul 09.00 WIT, warga binaan diduga mulai menyerang petugas dan berupaya menerobos masuk ke area kantor lapas.
Petugas sempat berusaha menahan pergerakan mereka di pintu utama. Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan massa hingga akses di sisi kiri bangunan akhirnya berhasil dijebol.

“Pagi tiba-tiba mereka kumpul dan serang kita dari pintu utama. Kita tahan-tahan tidak bisa, akhirnya jebol di pintu samping kiri,” ungkap Amiranto.

Setelah pintu samping berhasil diterobos, sejumlah warga binaan diduga masuk ke area kantor lapas. Situasi keamanan semakin tidak terkendali. Tak lama kemudian, kebakaran terjadi di gedung kantor Lapas Merauke yang terdiri dari dua lantai.

Amiranto belum dapat memastikan siapa yang pertama kali membakar maupun bagaimana api pertama kali muncul.

“Dari situ baru mulai ada yang bakar. Tidak tahu itu mereka di dalam yang bakar,” katanya.

Sejumlah unit pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi. Petugas pemadam berjibaku memadamkan api yang membakar gedung kantor dan berupaya mencegah kobaran api meluas.

Di tengah situasi yang kacau akibat kerusuhan dan kebakaran, sejumlah warga binaan memanfaatkan kondisi tersebut untuk melarikan diri dari dalam lapas.

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan sebanyak 33 warga binaan yang sempat melarikan diri telah berhasil diamankan kembali.

“Tadi ada 33 orang dan sudah diamankan semua, sudah berada dalam lapas lagi,” ungkap Leonardo.

Dengan diamankannya seluruh warga binaan yang sempat melarikan diri, situasi keamanan mulai ditangani aparat gabungan di sekitar Lapas Merauke.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut, termasuk penyebab pasti kerusuhan dan kebakaran.

Informasi sementara menyebutkan kebakaran diduga terjadi sebagai imbas dari perselisihan antara petugas dan warga binaan. Namun, penyebab pasti kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Pihak berwenang juga masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusuhan, termasuk kondisi bangunan dan keamanan di lingkungan Lapas Kelas IIB Merauke.

 

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!