Bupati Spei Yan Tegaskan Dua Dinas Harus Kawal Pertanian: Produksi Diperkuat, Pasar Dibuka
BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana turun langsung ke kebun warga dan ikut memanen sayur kol di Distrik Oksibil, Minggu (4/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi petani lokal.
Mengenakan pakaian santai, Bupati Spei Yan Bidana membaur bersama masyarakat dan memetik langsung sayur kol yang telah memasuki masa panen. Komoditas hortikultura tersebut tumbuh subur di dataran tinggi Oksibil dan menunjukkan potensi produksi yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Usai panen, hasil pertanian tersebut tidak hanya dinikmati oleh keluarga petani, tetapi langsung dibagikan kepada anak-anak sekolah dan mahasiswa yang tinggal di sejumlah asrama di Oksibil.
Distribusi sayur kol tersebut menyasar Asrama Awinbon, Asrama Oksop dan Okbab, Asrama Putra dan Putri St. Lusia, Asrama Putra dan Putri GIDI, Asrama 3 OK, serta guru-guru Sekolah Terintegrasi Kukuperip.
Bagi Bupati, kegiatan tersebut bukan sekadar panen bersama dan pembagian hasil pertanian. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi momentum untuk memastikan potensi pertanian lokal dikelola secara serius dari tingkat produksi hingga pemasaran.
Spei Yan Bidana secara tegas meminta Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi membangun sinergi untuk mengembangkan komoditas pertanian lokal.
Dinas Pertanian diminta lebih aktif turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi petani, melakukan pendataan produksi, memberikan pendampingan, serta memastikan kapasitas produksi terus ditingkatkan.
Menurutnya, peningkatan produksi harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Petani harus didorong agar mampu menghasilkan komoditas dalam jumlah dan kualitas yang konsisten, sehingga kebutuhan masyarakat di dalam daerah dapat dipenuhi dari hasil produksi lokal.
“Dinas Pertanian harus turun ke lapangan. Lihat produksinya, data petaninya dan dampingi mereka supaya produksi kita bisa meningkat. Jangan sampai permintaan pasar ada, tetapi produksi kita tidak mampu memenuhi,” tegas Spei Yan.
Di sisi lain, Bupati menekankan peran penting Dinas Perindagkop dalam memastikan hasil produksi petani memiliki pasar yang jelas.
Perindagkop diminta tidak hanya menunggu hasil panen masyarakat, tetapi aktif membantu membuka akses pasar, mempertemukan petani dengan pembeli, serta mendorong pemasaran komoditas lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam Pegunungan Bintang.
Jika produksi telah mampu memenuhi kebutuhan daerah, pemerintah daerah juga diharapkan mulai membuka peluang pemasaran ke luar Pegunungan Bintang.
“Kalau produksinya sudah cukup, Perindagkop harus pikirkan pemasarannya. Bagaimana hasil produksi petani kita bisa memenuhi permintaan pasar di dalam daerah, dan ke depan kalau produksinya sudah banyak dan kualitasnya bagus, bisa dipasarkan ke luar daerah,” ujar Bupati.
Spei Yan menilai, rantai pertanian harus dibangun secara utuh. Pemerintah tidak cukup hanya mendorong masyarakat menanam, tetapi juga harus memastikan hasil panen terserap pasar.
Dengan demikian, petani memperoleh kepastian ekonomi, masyarakat mendapatkan pangan lokal yang lebih mudah diakses, sementara pemerintah daerah dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
“Kita punya potensi pertanian yang luar biasa, khususnya hortikultura di Oksibil. Ini harus kita kelola dengan serius. Produksi harus kuat, tetapi pasarnya juga harus jelas. Kalau dua hal ini berjalan bersama, petani akan semakin semangat dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” katanya.
Bupati juga menilai hasil pertanian lokal dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan anak-anak yang tinggal di asrama.
Pembagian sayur kol kepada sejumlah asrama menjadi contoh bahwa hasil pertanian masyarakat dapat langsung memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan generasi muda, sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan pangan sehat dan bergizi di lingkungan pendidikan.
Para petani, pengurus asrama dan penghuni asrama menyambut positif perhatian Bupati tersebut. Mereka berharap arahan kepada Dinas Pertanian dan Perindagkop segera ditindaklanjuti melalui program konkret di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang diharapkan mampu membangun ekosistem pertanian yang tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi bergerak hingga pengolahan, distribusi dan pemasaran.
Dengan pola tersebut, pertanian lokal tidak hanya menjadi sumber pangan bagi masyarakat Pegunungan Bintang, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah dan komoditas unggulan yang mampu menembus pasar di luar wilayah.
Penulis: Jamal Y.Bwariat
- Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana
- Dinas Pertanian Pegunungan Bintang
- ekonomi petani lokal
- Fokus Pegunungan Bintang
- hortikultura Oksibil
- ketahanan pangan Pegunungan Bintang
- panen sayur kol Oksibil
- pemasaran hasil pertanian
- Perindagkop Pegunungan Bintang
- Pertanian Pegunungan Bintang
- petani lokal Papua Pegunungan










Tinggalkan Balasan